sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gandeng TransJakarta, BAIK Bahas Optimalisasi Ekosistem Ritel dan Logistik di Halte

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
03/07/2026 10:11 WIB
potensi pasar untuk ekspansi ritel komersial semakin menjanjikan, seiring dengan lonjakan tren konsumsi kopi nasional.
Gandeng TransJakarta, BAIK Bahas Optimalisasi Ekosistem Ritel dan Logistik di Halte (foto: iNews Media Group)
Gandeng TransJakarta, BAIK Bahas Optimalisasi Ekosistem Ritel dan Logistik di Halte (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terus berupaya memperluas jangkauan pasarnya secara lebih agresif di masa mendatang.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menggandeng PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dalam sebuah diskusi tentang revolusi ekosistem ritel dan logistik di halte bursa TransJakarta.

"Kami berdialog bersama pimpinan TransJakarta untuk membahas optimalisasi fasilitas TransJakarta. Tujuan kami adalah menghadirkan solusi ritel pangan serta coffee tenant yang efektif, sehingga halte bus tidak hanya menjadi fungsional sebagai tempat transit penumpang semata, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang bernilai tambah bagi masyarakat urban," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Nanang, pihaknya telah memasang taregt visi besar dalam pengoptimalan BAIK untuk memaksimalkan setiap peluang inovasi di ranah domestik.

Langkah pengoptimalan tersebut, di antaranya, coba dilakukan dengan memempertimbangkan potensi kolaborasi, di mana ransJakarta dinilai sebagai calon kolega yang cukup mumpuni, dengan posisi saat ini telah mengoperasikan sedikitnya 252 hingga 269 halte BRT di 14 koridor utama, dengan volume pergerakan penumpang menembus 1,4 juta hingga 1,6 juta orang per hari.

Dengan basis massa komuter yang sedemikian masif, integrasi ekosistem logistik pangan dan network retail dari brand-brand kelolaan BAIK (seperti Warung Taburai, Mami Nungky, hingga Lamak Rasa) diproyeksikan mampu menjangkau jutaan konsumen baru secara langsung setiap harinya.

Nanang menjelaskan bahwa potensi pasar untuk ekspansi ritel komersial ini pun semakin menjanjikan, seiring dengan lonjakan tren konsumsi kopi nasional.

Indonesia saat ini tercatat menjadi negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia yang mencapai 461.991 gerai, di mana data pasar menunjukkan konsumsi kopi domestik naik tajam dengan sekitar 40 persen masyarakat terbiasa meminum minimal dua gelas kopi per hari.

Guna memastikan ketahanan pasokan (supply chain) di seluruh jaringan halte utama tersebut, diskusi strategis antara BAIK dan TranJakarta dikabarkan turut menjajaki pelibatan ekosistem BUMD Jawa Barat dan Kota Bandung, khususnya yang mengelola fasilitas manufaktur pendukung seperti pabrik es batu.

"Melalui langkah sinergis ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik sekaligus menjamin keunggulan bahan baku yang segar dan berkualitas secara real-time," ujar Nanang.

Namun demikian, menanggapi spekulasi pasar yang berkembang di lantai bursa terkait arah akhir dari kemitraan ini, Nanang atas nama manajemen BAIK memilih untuk tetap bergerak fleksibel, dnegan tetap patuh pada regulasi keterbukaan informasi.

"Saat ini kami sedang membuka diri untuk berbagai peluang ekspansi, baik secara domestik maupun internasional. Kami akan terus memberikan update resmi kepada publik dan otoritas bursa jika ada perkembangan material yang lebih konkrit dari hasil penjajakan strategis ini," ujar Nanang.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement