Mengacu pada Laporan Keuangan Auditan GMFI per 31 Januari 2026, saldo laba negatif tercatat sebesar USD512,9 juta. Penghapusan saldo laba negatif tersebut akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar USD299,6 juta, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar USD1,1 juta, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar sebesar USD212,2 juta.
Pelaksanaan kuasi reorganisasi juga telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. Perseroan berhasil membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.
Sepanjang periode 2023–2025, GMFI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang konsisten. Pendapatan meningkat dari USD373,21 juta pada 2023 menjadi USD491,88 juta pada 2025 atau tumbuh 31,8 persen. Pada periode yang sama, laba operasional meningkat 118,7 persen menjadi USD60,57 juta, sementara laba bersih tumbuh 68,4 persen menjadi USD33,97 juta. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan sebesar USD6,76 juta.
Andi menambahkan bahwa kuasi reorganisasi akan menjadi landasan penting bagi perseroan untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan.
“Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” kata Andi.