Rencana tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GOTO yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). Proses buyback akan dilakukan mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Perseroan menekankan bahwa dana yang disiapkan untuk buyback saham berasal dari kas internal perseroan. Ketersediaan kas tersebut berasal dari kas dan setara kas serta deposito yang juga mempertimbangkan kewajiban keuangan lainnya.
Meski mencatat rugi bertahun-tahun, GOTO memiliki kas yang memadai. Hingga akhir 2025, GOTO mempunyai kas dan setara kas Rp21,75 triliun plus deposito berjangka Rp305 miliar. Sementara liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp10,65 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp6,39 triliun.
Adapun harga saham GOTO saat ini bertengger di level Rp50 per saham, yang merupakan batas bawah perdagangan untuk saham yang tidak masuk dalam papan pemantauan khusus. Hingga pukul 10.15 WIB, terpantau hampir 130 juta lot saham dalam antrean jual (offer).
(Rahmat Fiansyah)