Dion menjelaskan, keputusan untuk mencari fasilitas pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya, sejalan dengan kondisi pasar saat ini yang tengah masuk era suku bunga rendah. Geoprima Solusi bisa mendapatkan bunga pinjaman yang cukup bersaing, sehingga bertambahnya likuiditas tidak membuat perseroan terbebani biaya bunga yang cukup besar.
Selain itu, Geoprima Solusi juga tercatat memiliki liabilitas yang cukup rendah. Per 30 September 2025, liabilitas perseroan hanya Rp9,61 miliar atau jauh lebih kecil ketimbang nilai ekuitas perseroan yang mencapai Rp41,43 miliar.
"Jadi dari sisi neraca pun kami masih punya ruang yang cukup besar untuk menerima fasilitas pinjaman," ujar Dion.
Terlepas dari itu, Dion juga menegaskan, rencana transformasi bisnis Geoprima Solusi telah berjalan dengan hadirnya para manajemen baru. Dengan begitu, kata dia, fasilitas pinjaman yang akan didapatkan perseroan bisa semakin memperkuat fondasi bisnis Geoprima Solusi.
(Rahmat Fiansyah)