sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gudang Garam (GGRM) Ungkap Rencana Pembayaran Dividen di Tengah Menyusutnya Penjualan Rokok

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
10/09/2026 14:02 WIB
Gudang Garam (GGRM) masih berkomitmen untuk melakukan pembayaran dividen kepada pemegang saham setiap tahun di tengah tekanan volume penjualan.
Gudang Garam (GGRM) Ungkap Rencana Pembayaran Dividen di Tengah Menyusutnya Penjualan Rokok. (Foto: iNews Media Group)
Gudang Garam (GGRM) Ungkap Rencana Pembayaran Dividen di Tengah Menyusutnya Penjualan Rokok. (Foto: iNews Media Group)

Meski demikian, Heru mengakui bahwa untuk peningkatan pembayaran dividen rasanya masih cukup berat dilakukan oleh perseroan untuk saat ini. Sebab untuk meningkatkan pembayaran dividen, maka harus ada peningkatan pendapatan, yang bisa dilakukan dengan cara menaikkan harga jual produk atau peningkatan volume penjualan.

"Tetapi kalau pertanyaannya meningkatkan pembayaran dividen, itu hanya bisa terjadi kalau saya menaikkan harga terus, karena cukai turun belum pernah terjadi," katanya.

Penjualan rokok merek gudang garam sendiri mengalami penurunan dari 23,7 miliar batang pada Januari-Juni 2025, turun menjadi 20,5 miliar batang pada periode yang sama tahun ini. Sementara sales revenue juga ikut mengalai penurunan dari Rp44,36 triliun di 2025, menjadi Rp41,17 triliun pada paruh pertama 2026.

Di satu sisi, Heru menjelaskan ketika perseroan menaikkan harga jual produk maka tantangan yang dihadapi adalah bersaing dengan rokok-rokok ilegal tanpa cukai yang punya harga jual lebih rendah. Kondisi ini juga diperparah dengan daya beli masyarakat yang relatif belum meningkat apabila dihadapkan dengan harga rokok yang tinggi.

"Yang kita perhatikan adalah, kalau kita menjadi rokok termahal, itu mendorong suasana konsumen, mungkin menengah ke bawah mencoba merek lain. Jadi itu adalah pertimbangan yang kalau kita misalnya hanya menekankan pada profitabilitas," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement