sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Haji Isam Resmi Caplok Bayan, Saham BYAN, JARR hingga TEBE Terbang

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
18/09/2026 09:15 WIB
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah emiten Grup Jhonlin milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam terbang pada perdagangan Jumat (18/9).
Haji Isam Resmi Caplok Bayan, Saham BYAN, JARR hingga TEBE Terbang. (Foto: Setkab RI)
Haji Isam Resmi Caplok Bayan, Saham BYAN, JARR hingga TEBE Terbang. (Foto: Setkab RI)

IDXChannel - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah emiten Grup Jhonlin milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam terbang pada perdagangan Jumat (18/9/2026), setelah rencana akuisisi yang sempat menjadi rumor sekitar sebulan akhirnya berujung pada kesepakatan resmi.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, saham BYAN melonjak 16,05 persen ke Rp13.375 per unit.

Penguatan juga terjadi pada sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Grup Jhonlin. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), serta PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE)

Saham JARR naik 3,34 persen, sementara saham PGUN menguat 7,71 persen ke Saham TEBE juga naik 12,98 persen.

Lonjakan tersebut terjadi sehari setelah Bayan Resources mengungkap kesepakatan pengalihan saham dengan kendaraan investasi Haji Isam, PT Jhonlin Baratama.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (17/9) malam, pemegang saham pengendali BYAN Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Perjanjian tersebut mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.

Kesepakatan ini menjadi titik terang dari rumor yang pertama kali mencuat pada 15-16 Agustus 2026.

Saat itu, pasar ramai memperbincangkan rencana Haji Isam mengakuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN, bahkan dengan nilai transaksi yang disebut mencapai USD5,5 miliar.

Dalam perjalanannya, rumor tersebut sempat dibantah. Pada 18 Agustus, manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.

Bahkan, pada 14 September, saham BYAN masih tertekan dan mencatat pelemahan tiga hari perdagangan berturut-turut di tengah ketidakpastian mengenai kabar akuisisi tersebut. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement