Harga Acuan Batu Bara (HBA) tercatat 19-35 persen lebih tinggi dibandingkan level Januari, sedangkan harga batu bara Newcastle berada di sekitar USD150 per ton.
Menurut Fauzan, harga batu bara berpotensi bertahan dalam tren kenaikan lebih lama dibandingkan yang tercermin dalam harga forward maupun proyeksi yang telah dipublikasikan.
Sejumlah faktor global turut menopang prospek tersebut. Harga minyak Brent telah menembus USD100 per barel di tengah ketegangan di Selat Hormuz.
Harga spot LNG Asia juga melonjak menjadi USD26 per MMBtu pada September dari USD10,40 per MMBtu pada Februari.
Selain itu, fenomena El Niño, gangguan pasokan listrik di India, serta penurunan produksi batu bara Indonesia berpotensi menjaga pasar tetap ketat.