Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar AS.
Penguatan ini membuat harga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Sentimen pasar juga dipengaruhi kebijakan Indonesia yang meningkatkan alokasi biodiesel berbasis minyak sawit menjadi 16,75 juta kiloliter pada 2026 untuk memenuhi tambahan permintaan dari implementasi mandatori B50 yang mulai berlaku pada awal bulan ini. (Aldo Fernando)