Pergerakan harga minyak sawit cenderung mengikuti minyak nabati pesaing karena saling bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, harga minyak mentah rebound sekitar 1 persen setelah anjlok pada sesi sebelumnya.
Kenaikan dipicu kekhawatiran bahwa pasokan dari Timur Tengah masih berisiko terganggu, mengingat penyelesaian diplomatik atas konflik Amerika Serikat (AS)-Iran yang menghambat pengiriman minyak masih belum tercapai.
Kenaikan harga minyak mentah juga membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik secara ekonomis.
Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan minyak sawit, menguat tipis 0,07 persen terhadap dolar AS.