Harga minyak mentah melonjak setelah Teheran menyatakan bahwa jalur energi strategis Selat Hormuz ditutup menyusul serangan tambahan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan melancarkan serangan lebih besar jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Sementara itu, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar AS. Kondisi tersebut membuat komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Stok minyak sawit Malaysia meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada Mei karena penurunan ekspor masih lebih besar dibandingkan penurunan produksi, berdasarkan data regulator industri.