Di bursa Malaysia, kontrak berjangka CPO sempat naik 0,7 persen ke 4.927 ringgit Malaysia per ton pada Kamis (20/8). Level tersebut menjadi posisi intraday tertinggi sejak Desember 2024.
Penguatan harga minyak nabati juga terjadi di tengah gangguan pasokan minyak bunga matahari dari Rusia dan Ukraina akibat serangan di kawasan Laut Hitam.
Kondisi tersebut mendorong pembeli beralih ke minyak nabati alternatif, termasuk CPO, untuk memenuhi kebutuhan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.