Hal ini menyusul perkiraan produksi yang berpotensi meningkat melampaui estimasi sebelumnya.
Selain itu, Indonesia berpeluang mempercepat ekspor minyak sawit dalam dua bulan ke depan.
Langkah tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh tarif pungutan ekspor yang lebih rendah sekaligus menghindari potensi biaya transaksi Danantara atas registrasi ekspor yang mulai berlaku pada Januari, kata Bagani.
Tekanan terhadap harga CPO juga datang dari proyeksi kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia.
Berdasarkan survei Reuters, stok minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat 6,8 persen dari rekor 3,51 juta ton pada September menjadi 3,75 juta ton.