"Permintaan juga masih lesu dan pasar tidak bisa lepas dari pengaruh kedua faktor utama tersebut," imbuh dia.
Survei dari sejumlah pengawas kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-20 September turun antara 12,8 persen hingga 24,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Tekanan juga datang dari pasar minyak nabati lainnya. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,61 persen, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 1,79 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga turun 0,97 persen.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena keduanya bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah bergerak turun setelah Arab Saudi mulai memulihkan pasokan melalui pipa penting menuju Laut Merah.