"Alasan terbesar saat ini adalah suku bunga yang lebih tinggi dan ekspektasi inflasi yang meningkat, yang didorong oleh sektor energi serta penurunan persediaan minyak," kata senior market strategist StoneX, Daniel Pavilonis, dikutip Reuters.
"Imbal hasil obligasi AS terus menguat dan dolar juga terus menguat. Saya pikir kondisi itu membuat posisi emas menjadi rentan," imbuh dia.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2 persen pada Senin setelah Amerika Serikat (AS) menyerang sebuah pulau Iran di Selat Hormuz dan Teheran menyatakan telah memberikan respons. Eskalasi tersebut memperburuk konflik yang kini telah memasuki bulan keenam.
Di sisi lain, dolar AS masih bertahan di dekat level tertinggi dalam sekitar dua pekan. Namun, sedikit pelemahan dolar membantu membatasi penurunan harga emas lebih lanjut.
Harga emas anjlok lebih dari 3 persen pada Jumat, menjadi penurunan harian terdalam sejak 10 Juni.