IDXChannel – Harga emas dunia rebound dari level terendah dalam hampir satu bulan pada Rabu (2/9/2026), seiring dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury mundur dari level tertinggi terbarunya.
Investor kini menantikan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot naik 1,38 persen menjadi USD4.388,22 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 7 Agustus pada sesi perdagangan yang sama.
“Salah satu alasan emas mampu kembali bergerak ke atas adalah karena imbal hasil mengalami sedikit penurunan hari ini. Hal itu memungkinkan emas memantul dari beberapa level rendah sebelumnya,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger, dikutip Reuters.
“Jelas bahwa sektor energi dan pergerakan imbal hasil masih menjadi fokus utama pasar emas ke depan,” imbuh David.
Imbal hasil Treasury AS melandai setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun pada sesi perdagangan, seiring harga minyak melemah dan investor mencermati rangkaian data ekonomi terbaru.
Dolar AS juga turun dari level tertinggi dalam hampir tiga pekan.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang bukan didorong oleh kekhawatiran terhadap inflasi, melainkan mencerminkan kondisi perekonomian yang solid.
Sementara itu, pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS pada Agustus berada di bawah ekspektasi.
Namun, harga emas relatif tidak banyak bergerak karena investor memilih menunggu laporan ketenagakerjaan nonpertanian atau nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat.
“ADP memang tidak selalu dapat diandalkan dan mungkin bisa memberikan gambaran awal untuk data nonfarm payrolls, tetapi nonfarm payrolls sejauh ini merupakan data yang paling penting bagi pasar,” kata Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O'Connell.
Para pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 64 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral bulan ini, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Di sisi lain, bank sentral Belanda mengatakan telah memindahkan 86 ton emas dari New York dan Ottawa ke London dalam enam bulan terakhir.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemudahan perdagangan emas sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi situasi krisis. (Aldo Fernando)