Survei mingguan Kitco News menunjukkan 60 persen analis Wall Street memprediksi harga emas akan naik, sementara 20 persen memperkirakan koreksi, dan sisanya melihat konsolidasi. Dari jajak pendapat daring, 67 persen investor ritel juga yakin emas akan melanjutkan reli, dengan hanya 18 persen yang memperkirakan pelemahan.
Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, meyakini pembelian oleh bank sentral akan terus mendorong harga emas melewati USD3.000. “Level itu bukan batasan bagi bank sentral asing atau pembeli yang menghargai emas dalam mata uang mereka sendiri,” ujarnya.
Namun, beberapa analis memperingatkan potensi aksi ambil untung. Analis Asset Strategies International, Rich Checkan, memprediksi koreksi setelah emas menyentuh USD3.000, sebelum kembali menguat.
Analis Forex.com, James Stanley, juga memperkirakan munculnya tekanan jual di level ini.
Analis lain, seperti Darin Newsom dari Barchart.com, menilai fundamental dan teknikal kini kurang relevan, karena emas menjadi aset aman di tengah ketidakpastian global.