Demikian pula, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang tergelincir 13,52 persen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 13,45 persen, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 11,88 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 11,51 persen, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 10,69 persen.
Analis CBA Vivek Dhar dalam laporannya mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, aksi jual emas dan perak justru dinilai sebagai peluang beli, seiring pasar yang pada akhirnya diperkirakan kembali menunjukkan preferensi terhadap aset-aset keras (hard assets) dibandingkan dolar AS.
Menurut Dhar, sulit melihat penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya sebagai awal dari tren penurunan harga emas dan perak yang berkelanjutan.
Pandangan tersebut, kata dia, hanya akan masuk akal jika terdapat stabilitas kebijakan AS yang bertahan lama, sementara saat ini masih terlalu dini untuk meyakini kondisi tersebut.
“Hingga kini, masih terlalu awal untuk percaya bahwa lanskap kebijakan AS akan stabil secara berkelanjutan,” ujar Dhar.