Pada perdagangan terbaru, Senin (2/2), harga emas spot tercatat turun 3,8 persen ke level USD4.710,42 per ons, sementara harga perak spot melemah 2,0 persen ke posisi USD83,63 per ons.
Sebelumnya, usai sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, emas justru berbalik arah dan jatuh nyaris 9 persen dalam satu hari, pada Jumat (30/1) pekan lalu, menjadi penurunan harian terdalam sejak 1983.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dalam waktu singkat, sentimen global berubah, salah satunya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed).
Pada Jumat (30/1) pekan lalu, harga emas spot sempat terjun 12,86 persen hingga USD4.679,51 per troy ons, sebelum ditutup melemah 8,84 persen di level USD4.895,44 per ons. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.