IDXChannel - Harga emas dunia berakhir melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026) pekan lalu, memperpanjang tekanan setelah sempat menguat lebih dari 1 persen menyusul rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.
Memasuki pekan ini, investor mulai terbelah dalam melihat arah harga emas di tengah tingginya imbal hasil US Treasury, penguatan dolar AS secara mingguan, serta sikap hawkish Federal Reserve (The Fed).
Mengacu pada data pasar, harga emas spot turun 0,88 persen menjadi USD4.140,52 per troy ons pada Jumat lalu. Dalam sepekan, harga logam mulia tersebut merosot sekitar 3,37 persen.
Tekanan terhadap emas terjadi meski data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan yang cukup tajam.
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat nonfarm payrolls (NFP) hanya bertambah 29.000 pada September, setelah pertumbuhan Agustus direvisi turun menjadi 133.000 dari sebelumnya 162.000.