Angka tersebut juga jauh di bawah proyeksi ekonom yang disurvei Reuters, yakni kenaikan 90.000 pekerjaan.
Data ketenagakerjaan yang lemah sempat mendorong harga emas menguat lebih dari 1 persen karena meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan perdagangan.
Salah satu faktor yang membatasi daya tarik emas adalah kenaikan imbal hasil US Treasury.
Yield surat utang AS tenor 10 tahun dan 30 tahun pada Kamis (1/10) bahkan menyentuh level tertinggi sejak 2002. Kenaikan yield meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dolar AS memang sedikit melemah pada Jumat, tetapi masih berada di jalur penguatan secara mingguan, sehingga turut membatasi ruang penguatan harga emas.