Dalam catatannya, Commerzbank menyebut ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi alasan utama mengapa harga emas berada di bawah tekanan.
Meski emas dikenal sebagai lindung nilai tradisional terhadap inflasi dan ketidakpastian, suku bunga yang tinggi biasanya mengurangi daya tariknya karena meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia tersebut.
Data menunjukkan belanja konsumen AS pada Januari naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Bersama dengan inflasi inti yang tetap kuat serta perang di Timur Tengah, kondisi ini memperkuat pandangan para ekonom bahwa Federal Reserve tidak akan kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan menghantam Iran “dengan sangat keras dalam sepekan ke depan”, tak lama setelah memberikan keringanan sebagian selama 30 hari atas pembelian minyak Rusia yang dikenai sanksi.