Ketegangan terbaru antara AS dan Iran juga berpotensi menggagalkan proyeksi surplus pasokan minyak global tahun depan yang sebelumnya disampaikan International Energy Agency (IEA).
Harga minyak pun menuju kenaikan mingguan di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan setelah serangan terbaru AS terhadap Iran.
Kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, termasuk Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan sikap hawkish melalui suku bunga yang lebih tinggi.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga umumnya membebani logam mulia karena meningkatkan daya tarik instrumen yang memberikan imbal hasil.
"Semua indikator menunjukkan pasar mengkhawatirkan inflasi, terutama karena harga minyak kembali naik dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini akan membuat bank-bank sentral tetap waspada, terutama Federal Reserve," ujar Melek.