Harga minyak turun di bawah USD100 per barel setelah kabar gencatan senjata tersebut.
Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Emas spot telah turun 10 persen sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor mengurangi harapan pemangkasan suku bunga.
Suku bunga yang tinggi cenderung menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Menurut risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada 17-18 Maret, semakin banyak pembuat kebijakan bulan lalu menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menahan inflasi yang masih melampaui target 2 persen bank sentral, terutama akibat dampak perang Iran.