Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Selain itu, pelemahan harga minyak ke level sebelum konflik Iran turut memberikan dukungan bagi pergerakan emas pada awal bulan.
"Meski emas berada di ambang mengakhiri tren penurunan selama empat bulan berturut-turut, logam mulia ini masih kesulitan bergerak jauh di atas level psikologis USD4.000 per ons," kata Chief Market Analyst Bybit Han Tan, dikutip Reuters.
Menurut Tan, emas masih mendapat penopang di atas level USD4.000 karena pasar berharap Ketua The Fed Kevin Warsh akan memperluas fokus bank sentral tidak hanya pada indikator inflasi utama, tetapi juga terhadap kebijakan suku bunga secara lebih luas.
Dari sisi fundamental, data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni.