Namun, perlambatan tersebut dinilai berpotensi bersifat sementara setelah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik.
Pekan ini, Warsh juga menegaskan komitmennya untuk menurunkan inflasi tanpa memberikan sinyal kesiapan menaikkan suku bunga.
Di sisi lain, dolar AS bergerak stabil setelah jatuh sekitar 2,4 persen pada Kamis, yang menjadi penurunan harian terbesar sejak Januari 2023.
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga menekan permintaan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 65 persen, turun dari lebih dari 80 persen sepekan sebelumnya.