"Saya pikir para trader saat ini melihat The Fed menjadi kurang agresif dalam kebijakan suku bunga," ujar Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.
Haberkorn menambahkan, "Semakin banyak trader mulai beranggapan bahwa The Fed mungkin masih melakukan satu kali kenaikan suku bunga, tetapi kemungkinan ruang untuk kenaikan lebih lanjut setelah itu cukup terbatas."
Penurunan imbal hasil Treasury AS turut menopang harga emas dengan mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Pelemahan dolar AS juga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli di luar AS.
Pada Rabu, harga emas sempat turun ke level terendah sejak 7 Agustus sebelum akhirnya ditutup menguat lebih dari 1 persen.