Pergerakan tersebut terjadi ketika indeks dolar AS mundur dari level tertinggi hampir tiga pekan, sementara imbal hasil Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Meski emas secara umum dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat.
Data tersebut akan disusul laporan inflasi Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) untuk Agustus pada pekan depan.
Sementara itu, harga minyak bergerak menuju kenaikan untuk hari keempat berturut-turut setelah serangan AS terhadap Iran dan ancaman baru Israel terhadap Teheran kembali memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. (Aldo Fernando)