sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Melonjak, Pernyataan Gubernur The Fed Waller Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
04/09/2026 06:43 WIB
Harga emas menguat hampir 2 persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.
Harga Emas Melonjak, Pernyataan Gubernur The Fed Waller Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: Magnific)
Harga Emas Melonjak, Pernyataan Gubernur The Fed Waller Redam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas menguat hampir 2 persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September.

Hal ini terjadi setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dirinya akan mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga apabila data terus menunjukkan tekanan inflasi yang mereda.

Harga emas spot naik 1,93 persen menjadi USD4.472,96 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 28 Agustus pada awal perdagangan.

Waller pada Kamis mengatakan, jika data ekonomi yang akan dirilis mengonfirmasi, tekanan inflasi terus mereda, dia cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral AS berikutnya.

Pelaku pasar kini melihat peluang sekitar 54 persen untuk kenaikan suku bunga ketika para pembuat kebijakan The Fed menggelar pertemuan pada 15-16 September. Angka tersebut turun dari sekitar 62 persen sebelum pernyataan Waller.

"Saya pikir para trader saat ini melihat The Fed menjadi kurang agresif dalam kebijakan suku bunga," ujar Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.

Haberkorn menambahkan, "Semakin banyak trader mulai beranggapan bahwa The Fed mungkin masih melakukan satu kali kenaikan suku bunga, tetapi kemungkinan ruang untuk kenaikan lebih lanjut setelah itu cukup terbatas."

Penurunan imbal hasil Treasury AS turut menopang harga emas dengan mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Pelemahan dolar AS juga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli di luar AS.

Pada Rabu, harga emas sempat turun ke level terendah sejak 7 Agustus sebelum akhirnya ditutup menguat lebih dari 1 persen.

Pergerakan tersebut terjadi ketika indeks dolar AS mundur dari level tertinggi hampir tiga pekan, sementara imbal hasil Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Meski emas secara umum dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat.

Data tersebut akan disusul laporan inflasi Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) untuk Agustus pada pekan depan.

Sementara itu, harga minyak bergerak menuju kenaikan untuk hari keempat berturut-turut setelah serangan AS terhadap Iran dan ancaman baru Israel terhadap Teheran kembali memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement