Menurutnya, tekanan inflasi yang sempat mereda dalam beberapa bulan terakhir berpotensi kembali meningkat sehingga bank sentral pada akhirnya kemungkinan akan merespons kondisi tersebut.
Faktor ini turut menopang penguatan emas yang berhasil menembus area resistensi di kisaran USD4.150-USD4.200 per ons.
Sehari sebelumnya, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.
Setelah pengumuman kebijakan tersebut, Warsh menegaskan komitmennya untuk terus menekan inflasi, tetapi pernyataannya belum memberikan gambaran jelas mengenai langkah kebijakan selanjutnya.
Setelah keputusan itu diumumkan, harga emas spot sempat melonjak sekitar 2 persen.
Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada rapat The Fed 15-16 September sebesar 61 persen, turun dari sekitar 77 persen sebelum hasil rapat The Fed diumumkan.