Penguatan saham-saham tersebut sejalan dengan reli harga emas dunia. Hingga pukul 13.37 WIB, harga emas spot naik 2,47 persen menjadi USD4.177,64 per troy ons, sekaligus menjadi level tertinggi dalam dua pekan.
Kenaikan harga emas didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), yang membuat logam mulia lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.
Di saat yang sama, harga minyak dunia melanjutkan penurunan setelah anjlok dalam dua sesi sebelumnya, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Sentimen juga datang dari perkembangan geopolitik.
Qatar menyatakan para mediator mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik antara AS dan Iran, meski Teheran membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pembicaraan telah berlangsung.
"Hubungan emas dengan harga minyak masih tetap kuat karena minyak memiliki dampak besar terhadap tekanan inflasi global. Jika terdapat peta jalan yang semakin jelas menuju deeskalasi ketegangan, harga emas berpotensi melanjutkan penguatannya," kata Senior Market Analyst OANDA Kelvin Wong, dikutip Reuters.