Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek mengatakan, harga emas mendapat sedikit dukungan dari harapan bahwa situasi di Selat Hormuz dapat terselesaikan pasca pernyataan Donald Trump.
Namun, ia menekankan kondisi tetap rapuh dan penuh ketidakpastian.
Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas telah turun sekitar 11 persen, seiring kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi.
Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung menekan permintaan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Calon Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh pada Selasa mengatakan tidak memberikan janji kepada Trump terkait penurunan suku bunga.
Ia juga menegaskan kepada senator AS bahwa dirinya akan tetap independen dari Gedung Putih sambil mendorong reformasi yang lebih luas.