Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) emas dalam periode 14 hari naik ke sekitar 37 pada Senin dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Kondisi tersebut menunjukkan emas mulai keluar dari wilayah jenuh jual atau oversold.
Perhatian pasar kini beralih ke pemilu sela AS pada 3 November untuk menilai dampaknya terhadap kebijakan fiskal, geopolitik, serta sentimen pasar secara lebih luas.
Analis Julius Baer Carsten Menke menilai hasil pemilu kemungkinan tidak mengubah kondisi fiskal AS secara signifikan hingga memengaruhi prospek emas.
"Latar belakang fiskal AS kemungkinan tidak berubah cukup signifikan untuk membuat perbedaan bagi emas. Defisit diperkirakan tetap ada terlepas dari hasil pemilu sela, sehingga utang dan beban bunga AS tetap menjadi faktor pendukung emas dalam jangka panjang," kata Menke. (Aldo Fernando)