Di sisi lain, kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk meredam tekanan harga.
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Namun, daya tariknya cenderung berkurang dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil ketika suku bunga berada pada level tinggi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan probabilitas sebesar 68 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober dan 95 persen untuk kenaikan pada Desember.
Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi penting, termasuk data ketenagakerjaan ADP dan inflasi PCE yang dijadwalkan rilis pada Rabu (30/9), serta data nonfarm payrolls (NFP) pada Jumat (2/10). (Aldo Fernando)