Ketidakpastian ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak sekaligus meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.
Situasi semakin memanas setelah AS Presiden Donald Trump menyatakan, dikutip Reuters, Minggu (12/4/2026), Angkatan Laut AS akan segera memulai blokade di Selat Hormuz.
Langkah ini dinilai meningkatkan risiko eskalasi konflik dan memperbesar volatilitas di pasar keuangan global.
Di sisi lain, survei Kitco News menunjukkan prospek harga emas masih cenderung positif.
Dari 14 analis yang disurvei, sebanyak 50 persen memperkirakan harga emas naik dalam sepekan ke depan, sementara 36 persen melihat pergerakan yang berimbang dan 14 persen memproyeksikan penurunan.