Kekhawatiran mengenai inflasi yang dipicu oleh sektor energi telah memperkuat spekulasi bahwa bank sentral, termasuk Federal Reserve, mungkin perlu memperketat kebijakan moneter.
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding assets) seperti emas. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan mempertahankan suku bunga tetap pada minggu depan, kemudian menaikkannya sebesar seperempat poin persentase pada Desember.
Di tengah situasi ini, para pedagang emas pada Rabu lebih banyak memantau pergerakan harga minyak.
Harga minyak mentah acuan Brent ditutup naik 1,1 persen menjadi USD109,96 per barel. Kenaikan ini terjadi karena potensi kemajuan diplomatik antara Rusia dan Ukraina diimbangi oleh tidak adanya terobosan berarti dalam pertemuan antara pejabat Pakistan dan Iran.
Pada Selasa, Presiden Donald Trump menyampaikan kepada para wartawan di AS bahwa ia terbuka untuk mengadakan pertemuan tiga pihak yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan China dan Rusia guna membahas senjata nuklir serta denuklirisasi, yang mungkin dapat terlaksana paling cepat bulan depan.