Kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat perang Iran juga turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga.
"Pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga bisa terjadi paling cepat pada September akibat sikap hawkish The Fed. Dolar yang menguat ke level tertinggi dalam 13 bulan, ditambah ekspektasi inflasi yang lebih rendah, memberikan tekanan besar terhadap logam mulia," ujar pedagang logam independen Tai Wong, dikutip Reuters.
Menurut dia, harga emas masih mendapat dukungan di sekitar level USD3.900 karena pembelian oleh bank sentral masih berlanjut.
Namun, harga emas berpotensi memasuki periode konsolidasi yang panjang karena perdagangan emas saat ini mulai kurang diminati investor.
Emas menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga meningkat karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.