Harga emas spot yang sempat mencapai rekor tertinggi USD5.594,82 per ons pada akhir Januari, kini telah turun lebih dari USD1.600 per ons.
Analis ING memangkas proyeksi harga emas. Mereka kini memperkirakan harga emas rata-rata berada di USD4.300 per ons pada kuartal III-2026 dan USD4.600 per ons pada kuartal IV-2026, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya masing-masing sebesar USD4.850 dan USD5.000 per ons.
Investor juga tengah menantikan rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) Amerika Serikat pada Kamis. Data tersebut merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed.
Analis riset senior FXTM Lukman Otunuga mengatakan, sinyal yang lebih hawkish dari pejabat The Fed atau data ekonomi yang memperkuat alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi dapat meningkatkan risiko penurunan harga emas.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 9,1 persen menjadi USD56,41 per ons setelah menyentuh level terendah sejak November 2025. (Aldo Fernando)