Dari sisi fundamental, kenaikan persediaan minyak mentah AS turut membebani harga setelah kilang mengurangi tingkat pengolahan, disertai sedikit peningkatan impor.
Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok minyak mentah AS naik 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan lalu.
Angka tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1,5 juta barel.
Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, mengatakan kontrak WTI mendapat tekanan lebih besar karena persediaan minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, meningkat melebihi perkiraan pasar pada pekan lalu.
Meski demikian, pelemahan harga minyak tertahan oleh meningkatnya risiko gangguan pelayaran di Laut Merah.