Perjanjian awal itu menunda sejumlah isu yang lebih sulit, seperti program nuklir Iran. Selain itu, AS dan mitranya diminta menyusun rencana pendanaan senilai USD300 miliar untuk pemulihan ekonomi Iran.
Analis memperkirakan pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz berlangsung secara bertahap.
Namun, pelaku industri mengingatkan bahwa harga minyak belum tentu langsung anjlok karena permintaan kembali pulih dan persediaan minyak perlu diisi ulang.
Bank investasi Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari kawasan Teluk kembali normal ke tingkat sebelum perang pada akhir Juli, sementara produksi minyak mentah diperkirakan pulih pada Oktober.
Bank tersebut memperkirakan normalisasi ekspor ke tingkat sebelum perang dapat tercapai dengan peningkatan aliran minyak melalui Selat Hormuz sebesar 13 juta barel per hari dari level saat ini, menuju sekitar 70 persen dari tingkat sebelum perang.