Trump dalam unggahan di Truth Social menyebut ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran, tetapi kembali menegaskan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai.
Managing Director Wealth Management Arbuthnot Latham Eren Osman, dikutip Reuters, mengatakan minyak saat ini menjadi pusat perhatian pasar. Ia menilai pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi kunci untuk menenangkan pasar global.
Osman menambahkan tantangan terbesar bagi investor saat ini adalah rentang kemungkinan yang sangat luas, meskipun ia tidak memperkirakan konflik berlangsung lama karena Trump dinilai memiliki batas toleransi terhadap kerugian pasar.
Analis senior geoeconomics Commonwealth Bank of Australia Madison Cartwright mengatakan kendali Iran atas Selat Hormuz, jalur yang menyalurkan sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia, membuat negara tersebut memiliki sedikit insentif untuk mengalah, sehingga perang diperkirakan berlangsung setidaknya hingga Juni.
Pengetatan akses di Selat Hormuz telah mendorong lonjakan harga minyak, gas, pupuk, plastik, dan aluminium, termasuk bahan bakar pesawat dan kapal. Harga pangan, farmasi, dan produk petrokimia juga diperkirakan naik.