IDXChannel - Pemerintah Korea Selatan berencana memperluas kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan ke masyarakat luas apabila harga minyak global terus meningkat.
Langkah ini bertujuan untuk menekan konsumsi energi di tengah terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.
Dilansir dari CNA pada Senin (30/3/2026) Menteri Keuangan Koo Yun-cheol menyatakan pemerintah berpotensi memperluas pembatasan itu jika harga minyak mentah naik ke kisaran USD120-USD130 per barel dari posisi saat ini sekitar USD100-USD110.
Saat ini, pembatasan hanya berlaku untuk kendaraan yang terkait sektor publik.
Jika terwujud, pembatasan skala nasional ini akan menjadi yang pertama sejak Perang Teluk 1991. Pemerintah saat itu memberlakukan sistem rotasi kendaraan 10 hari untuk menghemat energi.
"Jika situasi di Timur Tengah memburuk, peringatan krisis harus dinaikkan ke tingkat tertinggi dan kita perlu membatasi konsumsi," ujar Koo.