Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC anjlok 7,3 juta barel per hari secara bulanan menjadi 21,57 juta barel per hari pada Maret, level terendah sejak puncak pandemi COVID-19 pada Juni 2020, seiring pemangkasan ekspor secara paksa.
Sepanjang bulan, pasar bergerak fluktuatif. Setiap kali Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan deeskalasi operasi militer, harga minyak sempat turun, namun kembali naik akibat gangguan pasokan dari ancaman Iran terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Trump juga mendorong negara lain untuk ikut membuka Selat Hormuz, namun negara-negara Eropa enggan terlibat sebelum konflik benar-benar berhenti.
AS telah mencabut sanksi terhadap minyak Rusia dan berkomitmen melepas cadangan minyak bersama sejumlah negara lain, tetapi langkah tersebut hanya mampu menutup kekurangan pasokan dalam waktu terbatas. (Aldo Fernando)