Menurut Kasman, skenario jangka pendek menunjukkan harga minyak dapat melonjak mendekati USD120 per barel sebelum kemudian mereda jika konflik segera mereda.
“Namun tanpa resolusi politik yang jelas dan tegas, harga minyak Brent diperkirakan bertahan pada level tinggi sekitar USD80 per barel hingga pertengahan tahun,” katanya.
Kasman menambahkan, kondisi tersebut dapat memangkas pertumbuhan ekonomi global sekitar 0,6 persen secara tahunan pada paruh pertama tahun ini, sekaligus mendorong kenaikan harga konsumen sekitar 1 persen.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik yang lebih luas dan berkepanjangan dapat mendorong harga minyak jauh melampaui USD120 per barel dan meningkatkan risiko resesi global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.