WTI membukukan kenaikan harian terbesar sejak 29 April dan ditutup pada level tertinggi sejak 15 Juni.
Berdasarkan informasi dari Joint Maritime Information Center yang dipimpin Angkatan Laut AS, blokade laut tersebut mulai diberlakukan pada 15 Juli pukul 03.00 WIB. Kebijakan itu sebelumnya sempat dicabut pada pertengahan Juni.
Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran dan akan mengenakan biaya sebesar 20 persen atas seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz setelah kembali pecah aksi saling serang antara AS dan Iran.
"Keputusan Presiden Trump untuk kembali membatasi lalu lintas maritim Iran, disertai serangan balasan dan penurunan tajam arus kapal yang melintasi selat, telah meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan minyak dalam jangka pendek," tulis analis Gelber & Associates dalam risetnya, dikutip Reuters.
Sebelumnya, Komando Gabungan Tertinggi Militer Iran menegaskan tidak akan membiarkan Washington ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz. Iran juga memperingatkan bahwa setiap upaya AS melintas tanpa izin akan mendapat respons.