Meski serangan meningkat dalam sepekan terakhir, pelaku pasar relatif tidak bereaksi berlebihan.
Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes, mengatakan level harga tersebut memang tidak nyaman, tetapi masih dapat ditangani.
"Investor pada umumnya berasumsi bahwa eskalasi terbaru di Timur Tengah akan tetap terkendali dan gangguan terhadap pengiriman minyak masih dapat dikelola. Asumsi itu bertahan dengan sangat baik meskipun serangan terus terjadi belakangan ini," kata Innes dalam catatan akhir pekan, dikutip Market Watch.
Di saat yang sama, perhatian Wall Street mulai bergeser dari pergerakan harga minyak menuju geliat investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Global Investment Strategist MFS Investment Management, Rob Almeida, mengatakan fokus investor kini telah beralih secara tegas dari gejolak geopolitik menuju siklus belanja modal AI yang diperkirakan menjadi pendorong utama pasar dalam waktu ke depan.