Sebagian analis juga mencatat pelemahan dolar AS turut menekan harga minyak pada Kamis.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan terkait rencana serangan militer baru terhadap Iran guna memaksa negosiasi penghentian konflik, menurut seorang pejabat AS kepada Reuters.
Iran menyatakan akan membalas dengan "serangan panjang dan menyakitkan" terhadap posisi AS jika Washington kembali melancarkan serangan, serta menegaskan kembali kendalinya atas Selat Hormuz, yang memperumit rencana AS membentuk koalisi untuk membuka kembali jalur tersebut.
Harga Brent telah melonjak dua kali lipat sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, sementara WTI naik sekitar 90 persen akibat penutupan efektif Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Kenaikan harga minyak ini berisiko memicu lonjakan kembali inflasi global serta kenaikan harga bahan bakar di AS menjelang pemilu paruh waktu akhir tahun ini.