Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk.
Serangan tersebut menjadi aksi sukses pertama yang diketahui menggunakan ranjau limpet di jalur tersebut sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada Februari, menurut sejumlah sumber maritim.
Di sisi lain, AS pada Jumat memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober.
Kedutaan Besar AS di Riyadh menyebut keputusan tersebut diambil karena risiko keamanan, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.
Kelompok Houthi yang didukung Iran pada Kamis juga menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi di Arab Saudi, termasuk kilang minyak besar Ras Tanura, kilang Rabigh, serta fasilitas produksi Abqaiq milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco. (Aldo Fernando)