Di India, sebagai negara pembeli terbesar, impor minyak sawit diperkirakan meningkat mulai Maret setelah pembelian yang tidak biasa rendah pada Januari dan Februari, sehingga prospek permintaan berpotensi menguat.
Meski begitu, harga minyak sawit masih menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut, dengan koreksi sebesar 0,7 persen sepekan ini. Penurunan terjadi seiring kekhawatiran pelemahan permintaan setelah Maret, usai berakhirnya bulan Ramadan.
Investor juga bersikap hati-hati menanti data bulanan dari Malaysian Palm Oil Board yang dijadwalkan rilis pada Senin mendatang.
Di sisi ekspor, data dari Intertek Testing Services menunjukkan pengiriman minyak sawit pada 1-5 Maret kemungkinan turun 12 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pengusaha Sawit Khawatir
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengatakan kenaikan harga CPO dapat mendatangkan tantangan baru.