Sementara itu, harga minyak mentah kembali melemah, melanjutkan penurunan lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya. Investor kini menanti pertemuan OPEC+ akhir pekan ini, di mana produsen diperkirakan membahas kemungkinan kenaikan target produksi.
Harga minyak mentah yang lemah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Di sisi lain, survei Reuters pada Rabu memperkirakan stok minyak sawit Malaysia naik untuk keenam kalinya secara berturut-turut pada Agustus, seiring produksi yang masih melampaui ekspor meski ada pemulihan permintaan.
Mata uang ringgit, yang menjadi alat transaksi minyak sawit, menguat 0,02 persen terhadap dolar AS, sehingga komoditas ini menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang asing. (Aldo Fernando)