Dalam riset terbarunya terhadap ITMG, perusahaan mencatat kinerja yang lebih kuat pada kuartal IV-2025 dengan pendapatan mencapai USD512 juta. Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan menjadi 6,8 juta ton serta kenaikan harga jual rata-rata menjadi USD75 per ton.
“Kinerja ITMG menunjukkan disiplin biaya dan efisiensi operasional dapat membantu perusahaan mempertahankan profitabilitas meskipun harga batu bara berada dalam fase penurunan,” kata Farras.
Ia menambahkan sektor komoditas berpotensi menjadi salah satu penopang pasar saham domestik ketika volatilitas global meningkat, mengingat sektor ini memiliki arus kas yang relatif kuat dan masih didukung permintaan global.
Menjelang periode Idul Fitri, Mirae Asset juga melihat potensi peningkatan aktivitas ekonomi domestik yang biasanya didorong oleh konsumsi masyarakat. Momentum tersebut dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi sektor yang berkaitan dengan konsumsi domestik seperti ritel, makanan dan minuman, serta transportasi.
Beberapa saham konsumer seperti PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dinilai dapat menjadi pertimbangan investor seiring potensi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.
Mirae Asset menekankan pentingnya strategi alokasi aset yang disiplin guna menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian global. Investor dinilai perlu lebih selektif dalam menentukan sektor investasi agar tetap dapat memanfaatkan peluang yang muncul di pasar.
(Shifa Nurhaliza Putri)